Selasa, 09 Januari 2018

Review Film : Freedom Writers




Film Freedom Writers diangkat daru kisah nyata dan dirilis pada tahun 2007. Film ini disutradarai oleh Richard Lagravene. Film ini juga dibuat berdasarkan buku yang berjudul " The Freedom Writers Diary" yaitu buku yang berisi kumpulan kejadian atau kehidupan kelam yang ditulis oleh murid Erin Gruwell sendiri. Film ini menceritakan keadaan saat itu dimana terjadi perang antar geng rasial di New Port Beach, Amerika Serikat yang membuat anak-anak  diwilayah tersebut menjadi kacau dan kurang pendidikan yang baik.
Salah satu sekolah yang menerapkan rasisme adalah Woodrow Wilson High School. Pihak sekolah melakukan mereka secara tidak adil seperti pemisahan kelas dan perbedaan fasilitas-fasilitas sekolah, antara ras kulit putih dan ras-ras lainnya.  Diceritakan dalam film ini, yaitu terdapat kelas khusus 203 yang terdiri dari anak-anak korban perkelahian antar geng. Hampir semua guru yang pernah mengajar dikelas tersebut menyatakan tidak sanggup mendidik mereka. Sampai pada akhirnya datanglah guru baru, Erin Gruwell datang Woodrow Wilson High School untuk mengajar kelas 203, banyak guru yang menganggap remeh Erin Gruwell dan menganggap Erin Gruwell tidak akan bisa mengajari mereka, apalagi harus mengubah sifat meraka. Anak-anak yang diajarkan oleh Erin Gruwell rata-rata terlibat perkelahian, anggota geng, narkoba dan masalah kelam yang lainnya. Mereka juga tidak suka diajarkan oleh guru berkulit putih karena bagi mereka orang kulit putih tidak bisa merasakan yang mereka rasakan, seperti mengalami kekerasan, diskriminasi, dan hal lainnya yang mereka rasakan setiap hari dalam kehidupannya karena rata-rata dikelas 203 diisi oleh orang berkulit hitam.
Di dalam kelas 203, Erin Gruwell melihat langsung murid-muridnya perang antar kelompok ras di dalam kelasnya. Dia perlahan mulai meredakan perselisihan antar kelompok ras tersebut. Erin Gruwell tidak menyerah dengan hal ini. Erin Gruwell berupaya mengobservasi situasi dan kondisi murid-muridnya. Erin Gruwell berusaha mencari tahu sebenarnya yang terjadi di antara murid-muridnya tersebut agar Dia bisa memperlakukan mereka dengan tepat, sehingga murid-muridnya yang nakal dan acuh dengan pendidikan itu bisa bersemangat bersekolah.



Hari-hari berikutnya, Erin Gruwell menampilkan sesuatu yang berbeda, yaitu melakukan berbagai permainan agar suasana pembelajaran lebih menyenangkan, seperti melihat video tentang kekerasan melakukan kunjungan studi ke museum, dan mendatangkan Mrs. Miep Giep sebagai pembicara untuk menjelaskan kekerasan yang terjadi pada kekuasaan Hitler yang dituliskan dalam buku berjudul “The Diary of Anne Frank”.
Perlahan-lahan mereka pun berubah dan sudah tidak membedakan ras lagi, hingga pada akhirnya Erin Gruwell memberi mereka sebuah jurnal kosong untuk diisi seperti buku harian. Mereka juga disuruh oleh Erin Gruwell untuk menulis yang sedang mereka alami dan kejadian sehari-hari mereka. Pada akhirnya, mereka mau menulis dan mereka juga bersedia jurnal itu di baca oleh Erin Gruwell.
Singkatnya, Erin Gruwell membuat suatu proyek untuk membuat jurnal mereka disatukan dan dibuat buku. Erin Gruwell pun mencari dana untuk mendapatkan komputer agar mereka bisa mengetik sendiri jurnal mereka.
 
Dalam Film Freedom Writers, pembelajaran yang dapat diambil adalah sebagai :
1.  Seorang pendidik perlu melakukan inovasi terhadap metode pengajaran dengan menyesuaikan kondisi murid-muridnya.
2.     Pantang menyerah untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik.
3.  Setiap manusia memiliki kebaikan di dalam hatinya, termasuk anak yang dilabeli “negatif” dan ini menjadikan sekolah, serta guru untuk memikirkan solusi mengubah   mereka.
4.  Perbedaan ras bukanlah sebuah perselisihan, tetapi kita harus mentoleransi dan menghargai terhadap perbedaan tersebut.

Minggu, 24 Desember 2017

Pemilik Cinta yang Tulus, IBU



Foto : Dari Google


Kubuka album biru
Penuh debu dan usang
Ku pandangi semua gambar diri
Kecil bersih belum ternoda

Pikirkupun melayang
Dahulu penuh kasih
Teringat semua cerita Orang
Tentang riwayatku

Reff :
Kata mereka diriku slalu dimanja
Kata mereka diriku slalu ditimang

Nada nada yang indah
Slalu terurai darinya
Tangisan nakal dari bibirku
Takkan jadi deritanya

Tangan halus dan suci

Tlah mengangkat diri ini
Jiwa raga dan seluruh hidup
Rela dia berikan

Back to reff
Oh Bunda ada dan tiada dirimu
Kan slalu ada di dalam hatiku
             
Lirik Lagu Bunda oleh Melly Goeslaw


Lagu Bunda yang diciptakan dan dibawakan oleh Melly Goeslaw, menceritakan sebuah kenangan seorang anak yang sedang membuka album usangnya. Sang anak teringat akan kasih sayang sang Bunda, sejak saat sang Anak masih ditimang hingga sang Bunda tiada. Kasih sayang seorang Bunda yang digambarkan dalam lirik lagu tersebut, penuh kerelaan dan ketulusan merawat sang Anak dengan tangannya yang halus dan suci yang tiada tara.
Tepat tanggal 22 Desember, di Indonesia merayakan hari yang spesial untuk para Ibunda di tanah air, yaitu Hari Ibu. Sedangkan di beberapa negara lain, hari ibu dirayakan di tanggal yang berbeda dengan di Indonesia. Amerika, Australia, Kanada, Jerma, Italia, Jepang, Malaysia, Singapura, Taiwan, dan Hong Kong merayakan Hari Ibu atau Mother’s Day pada hari minggu, pekan kedua di bulan Mei. Di Indonesia, pelaksanaa hari Ibu sudah dilaksanakan sejak Kongres Perempuan Indonesia ke-25, 22 Desember 1928. Terbentuknya Kongres perempuan Indonesia tersebut, terinspirasi dari toko pahlawan nasional di Indonesia, seperti Cut Nyak Meutia, Rasuna Sahid, Dewi Sartika, dan sebagainya.
Latar belakang kongres tersebut menjadi awal peringatan hari Ibu di Indonesia. Kongres tersebut dilatarbelakangi untuk merayakan semangat wanita Indonesia dan untuk meningkatkan kesadaran berbangsa dan bernegara, serta untuk menigkatkan hak perempuan di bidang pendidikan dan pernikahan.  
Seiring waktu, Hari Ibu kini mempunya makna yang berbeda dibandingkan dengan sekarang. Kini Hari Ibu bermakna penghargaan atas perjuangan wanita yang telah melahirkan, merawat, dan mendidik anak-anak tanpa mengharapkan balasan jasa. Semua anak sangat antusias menyambut hari spesial ini, mereka menyiapkan berbagai kejutan yang berkesan untuk Ibu mereka masing-masing, seperti membantu pekerjaan rumah, memberi kado dan kue tart, serta memberi bunga untuk sang Ibu tercinta.
 
Foto : Dari Google
 Dalam Islam, seorang Ibu mempunyai kedudukan yang paling utama setelah Allah SWT. Seorang Ibu berjuang mengandung, melahirkan, dan menyusui anak bahkan nyawa menjadi taruhannya. Rasa kasih sayang yang tulus atas kehadiran buah hati yang tumbuh didalam rahimnya rasa sakit yang dirasakan sirna bergitu saja. Karena kedudukan yang mulia ini, Rasulullah bersabda dalam hadist berikut:

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ :يَا رَسُوْلَ اللهِ، مَنْ أَحَقُّ النَّاسِ بِحُسْنِ
صَحَابَتِي؟ قَالَ أُمُّكَ، قَالَ ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ أُمُّكَ، قَالَ ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ أُمُّكَ، قَالَ ثُمَّ مَنْ، قَالَ أَبُوْكَ

Dari Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu, beliau berkata, “Seseorang datang kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Dan orang tersebut kembali bertanya, ‘Kemudian siapa lagi?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi?’ Beliau menjawab, ‘Ibumu.’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi,’ Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Kemudian ayahmu.'” (HR. Bukhari no. 5971 dan Muslim no. 2548)
Seorang Ibu senantiasa merawat dan mendidik anaknya dari dalam rahim hingga dewasa agar kelak anaknya dapat menjadi manusia yang berguna bagi agama, nusa, dan bangsa. Tekadang, seorang Ibu juga mencari sesuap nasi untuk mengisi perut buah hatinya walaupun sang Ibu menahan rasa laparnya. Kebahagiaan anak adalah tujuan terpenting dalam hidup seorang Ibu. Dengan demikian sudah selayaknya, seorang anak membalas budi atas jasa kepada Ibu dan ingat surga itu ditelapak kaki Ibu, sudah sepantasnya seorang Ibu harus kita rawat hingga Beliau tua dan renta, seperti Beliau merawat kita disaat kita mengenal dunia ini.
Bersyukurlah, karena Ibu kita masih menemani hingga detik ini sehingga kita masih dapat merasakan kasih sayangnya. Kadangkala Ibu menjadi obat penenang atas permasalahan yang kita hadapi. Bersyukurlah, karena Ibu kita masih diberikan kesehatan hingga detik ini sehingga kita masih dapat merasakan sentuhan kasih sayangnya. Bagaimana ketika Ibu tidak dapat menemani kita lagi karena Allah SWT sudah menjemputnya? Maka, cintanya akan menjadi kenangan yang tidak mungkin dapat terulang kembali. Renungkanlah apa yang belum kita perbuat untuk kebahagiaan Ibu. Renungkanlah apa pantas kita membiarkan Ibu meneteskan air mata karena ulah kita. Mulai saat ini, mari bertindak nyata untuk memuliakan pemilik cinta yang tulus, Ibu.


Referensi : 
https://id.wikipedia.org/wiki/Hari_Ibu 
https://muslimah.or.id/1861-ibumu-kemudian-ibumu-kemudian-ibumu.html

Minggu, 17 Desember 2017

6 Tempat Wisata Hits Kekinian Di Yogyakarta



Siapa sih yang nggak tahu dengan Yogyakarta?
Kota yang berada di selatan Jawa Tengah ini tidak hanya dijuluki sebagai kota pelajar, kota gudeg, kota budaya, tetapi juga dijuluki dengan kota pariwisata karena memiliki keanekaragaman wisata alam. Banyak tempat wisata yang menjadi daya tarik wisata lokal dan asing di kota ini, seperti wisata candi, deretan pantai, dan budayanya. Bukan hanya itu, Kota Yogyakarta juga menghasilkan wisata kekinian yang nggak kalah seru dengan tempat wisata lainnya yang ada di Yogyakarta. Yuk, kita lihat apa aja sih tempat wisata kekinian yang lagi nge-hits di Jogja : 

1Jogja Bay Waterpark

Foto : Sumber Referensi
 

Jogja Bay Waterpark (JBW) merupakan salah satu waterpark terbesar di Asia Tenggara dan berlokasi di Yogyakarta, yaitu di Jl. Stadion Maguwoharjo, Depok, Maguwoharjo, Kab. Sleman, Yogyakarta. JBW mempunyai keunikan, yaitu terdapat story telling antara tradisi Jogja dengan para bajak laut Eropa yang dituangkan melalui On-site Live Show, karakter, water rides, dan merchandise. Wahana JBW beroperasi Everydays, dengan jam buka weekdays 09.00-18.00 WIB dan weekend 08.00 – 18.00 WIB. Harga tiket masuk JBW pun tidak terlalu mahal, untuk weekdays Anda hanya mengeluarkan Rp. 60.000 (tiket anak) dan Rp. 90.000 (tiket dewasa). Sedangkan, untuk weekends Anda hanya mengeluarkan Rp. 75.000 (tiket anak) dan Rp.100.000 (tiket dewasa)
       Wisata ini dapat menjadi tujuan atau alternatif pilihan Anda bersama keluarga. Rasakan petualang bermain air yang unik dan seru. Untuk menjangkau lokasi ini, Anda dapat menempuhnya dari malioboro. Dari malioboro, Anda hanya perlu menuju ring road utara, kemudian dari ring road utara Anda belok ke Jl. Nusa Indah menuju Jogja Bay di Maguwuharjo.

Referensi : www.jogjabay.com/


2.     2. De Mata Trick Eye Museum

Foto : Koleksi Pribadi



               
                De Mata Trick Eye Museum merupakan museum yang telah berdiri sejak 2013. Di Museum ini, Anda dapat bebas berekspresi dan berinteraksi dengan objek foto yang telah disediakan. Anda juga akan merasakan sensasi yang tidak biasa saat berinteraksi dengan objek gambar. Wahana museum ini menghadirkan objek foto 3D, 4D, dan 5D.  Pada akhir tahun 2014, kompleks museum ini mendirikan De ARCA, yaitu museum yang menghadirkan koleksi patung 5D mulai dari patung pahlawan nasional, tokoh dunia, superhero, dan selebriti.
Foto : Koleksi Pribadi
              De Mata Trick Eye Museum berlokasi di XT Square, di Jl. Veteran 150-151, Umbulharjo, Yogyakarta. Anda dapat menempuh objek wisata ini, kurang lebih 15-30 menit dari Kota Yogyakarta. Untuk mengunjugi lokasi ini, Anda hanya cukup merogoh kocek Rp. 100.000 – Rp. 120.000 (Tiket Terusan weekend) dan Rp. 140.000 (Tiket Terusan Weekdays). Bagi Anda yang berulang tahun pada saat kunjungan, maka Anda akan mendapatkan FREE TICKET.

3.    3. Upside Down World Yogyakarta

Foto : Sumber Referensi
              Upside Down World kini juga hadir di Yogyakarta, wisata dengan ruangan yang didalam terdapat berbagai perabotan yang ditata terbalik, sebelumnya Upside Down World telah populer di Bali, Bandung, Malaysia, dan Taiwan. Objek wisata ini telah diresmikan pada Juli 2016. Upside Down World Yogyakarta ini mempunyai keunikan, yaitu para pengunjung dapat berpose dengan gaya yang unik dan terlihat terbalik.
                  Upside Down World Yogyakarta terletak di Jl. Ring Road Utara No. 18, Maguwoharjo, Kec. Depok, Sleman, Yogyakarta dengan jam operasional setiap hari dari pukul 10.00 – 19.00 WIB. Untuk ke tempat wisata ini, pengunjung hanya cukup membayar tiket  Rp. 80.000 (Dewasa) dan Rp. 40.000 (Anak-anak).  Memang harga tiket wisata ini cukup mahal, tetapi akan tergantikan dengan delapan ruangan yang berisi dengan perabotan yang terbalik. 
      
      Referensi : http://www.hargatiketmasuk.info/yogyakarta/harga-tiket-masuk-upside-world-jogja/


4.      4. Merapi Park The World Landmark

Foto : Sumber Referensi
                  Mau keliling dunia dengan harga murah? Merapi Park The World Landmark Yogyakarta bisa jadi pilihan kamu. Wisata ini menawarkan sensasi keliling dunia karena menyuguhkan miniatur bangunan ternama di dunia, seperti Menara Eifel dari Paris, Patung Liberty dari dari New York,  Kincir Angin khas Belanda, dan lain-lain. Banyak spot keren yang bisa memanjakan kita untuk berfoto sesuka hati dan bebas berekspresi. Untuk menikmati wisata ini, Anda hanya cukup mengeluarkan Rp.20.000/orang. Murah bukan.
                  Wisata yang berlokasi di jalan Kaliurang KM 22, Sleman, Yogyakarta ini berdiri ditanah yang cukup luas dan termasuk wisata yang sangat baru, baru dibuka 25 Juni 2017. Lokasi wista ini juga tidak jauh dengan kampus UGM sehingga sangat cocok untuk bertemu dengan teman-teman sambil menikmati miniatur dunia. Meskipun tergolong baru, tidak usah khawatir dengan fasilitas umumnya karena disana fasilitasnya sudah mumpuni, diantaranya area parkir, pendopo, toilet, dan cafe.

      Referensi : https://www.pegipegi.com/travel/the-world-landmark-merapi-park-keliling-dunia-cuma-rp-20-ribu/

5.      5. The Lost World Castle Yogyakarta

Foto : Sumber Referensi

\                The Lost World Castle, wisata baru hits kekinian di Jogja ini dijuluki sebagai Benteng Takeshi Yogyakarta atau banyak pengunjung menyebutnya sebagai The Great Wall yang ada di China. Wisata ini dibangun untuk tujuan obyek wisata edukasi yang akan memberikan pengunjungnya banyak informasi dan pengetahuan. The Lost World Castle dibangun di atas lahan seluas 1,3 hektar, berlokasi di selatan Kaliadem, tepatnya di Dusun Petung, Desa Kepuharjo, Cangkringan, Sleman. Untuk masuk Anda cukup membayar Rp. 15.000 karena wisata ini masih soft opening. Tetapi, setelah soft opening Anda harus membayar Rp. 60.000.  

Foto : Sumber Referensi

              Wisata ini sebenarnya masih dalam proses pembangunan karena masih banyak bagian yang belum selesai dibangun dan akan memakan waktu yang cukup panjang. Wisata ini juga memiliki obyek seperti Stonehenge dan rencanan akan abyek lainnya yang akang dibangun lengkap dengan artefak erupsi Gunung Merapi.

Referensi : https://www.tabloidwisata.com/the-lost-world-castle-jogja/

6.     6. Umbul Ponggok 
                  
Foto : Koleksi Pribadi


              Umbul Ponggok merupakan sebuah kolam alami yang dikembang menjadi wisata snorkling yang berlokasi cukup jauh dari Yogyakarta, yaitu di Klaten, Jawa Tengah. Untuk ke sana Anda dapat menempuh jarak sekitar 30 menit dari Kota Yogyakarta. Kolam alami ini sudah ada sejak zaman Belanda dan terbentuk dari sumber mata air.

Foto : Sumber Referensi

                  Anda dapat menikmati wisata snorkling ini dengan membayar kurang lebih Rp. 40.000 (tiket dan peralatan snorkling). Untuk mengabadikan momen Anda di tempat wisata ini, Anda dapat mengeluarkan Rp. 100.000 untuk paket kamera selama satu jam, maksimal 7 orang di luar properti yang berada di dasar kolam. Bagi Anda yang mau menikah, Umbul Ponggok juga dapat menjadi objek pra-wedding yang unik.

      Referensi : http://umbulponggok.co.id/

Review Film : Freedom Writers

Film Freedom Writers diangkat daru kisah nyata dan dirilis pada tahun 2007. Film ini disutradarai oleh Richard Lagravene. Film ini j...