![]() |
| Foto : Dari Google |
Kubuka album biru
Penuh debu dan usang
Ku pandangi semua gambar diri
Kecil bersih belum ternoda
Pikirkupun melayang
Dahulu penuh kasih
Teringat semua cerita Orang
Tentang riwayatku
Reff :
Kata mereka diriku slalu dimanja
Kata mereka diriku slalu ditimang
Nada nada yang indah
Slalu terurai darinya
Tangisan nakal dari bibirku
Takkan jadi deritanya
Tangan halus dan suci
Tlah mengangkat diri ini
Jiwa raga dan seluruh hidup
Rela dia berikan
Back to reff
Oh Bunda ada dan tiada dirimu
Kan slalu ada di dalam hatiku
Lirik Lagu Bunda oleh Melly Goeslaw
Lagu Bunda yang diciptakan dan dibawakan
oleh Melly Goeslaw, menceritakan sebuah kenangan seorang anak yang sedang
membuka album usangnya. Sang anak teringat akan kasih sayang sang Bunda, sejak
saat sang Anak masih ditimang hingga sang Bunda tiada. Kasih sayang seorang
Bunda yang digambarkan dalam lirik lagu tersebut, penuh kerelaan dan ketulusan
merawat sang Anak dengan tangannya yang halus dan suci yang tiada tara.
Tepat tanggal 22 Desember, di Indonesia
merayakan hari yang spesial untuk para Ibunda di tanah air, yaitu Hari Ibu. Sedangkan
di beberapa negara lain, hari ibu dirayakan di tanggal yang berbeda dengan di
Indonesia. Amerika, Australia, Kanada, Jerma, Italia, Jepang, Malaysia,
Singapura, Taiwan, dan Hong Kong merayakan Hari Ibu atau Mother’s Day pada hari minggu, pekan kedua di bulan Mei. Di
Indonesia, pelaksanaa hari Ibu sudah dilaksanakan sejak Kongres Perempuan
Indonesia ke-25, 22 Desember 1928. Terbentuknya Kongres perempuan Indonesia
tersebut, terinspirasi dari toko pahlawan nasional di Indonesia, seperti Cut
Nyak Meutia, Rasuna Sahid, Dewi Sartika, dan sebagainya.
Latar belakang kongres tersebut menjadi
awal peringatan hari Ibu di Indonesia. Kongres tersebut dilatarbelakangi untuk
merayakan semangat wanita Indonesia dan untuk meningkatkan kesadaran berbangsa
dan bernegara, serta untuk menigkatkan hak perempuan di bidang pendidikan dan
pernikahan.
Seiring waktu, Hari Ibu kini mempunya makna yang
berbeda dibandingkan dengan sekarang. Kini Hari Ibu bermakna penghargaan atas
perjuangan wanita yang telah melahirkan, merawat, dan mendidik anak-anak tanpa
mengharapkan balasan jasa. Semua anak sangat antusias menyambut hari spesial
ini, mereka menyiapkan berbagai kejutan yang berkesan untuk Ibu mereka
masing-masing, seperti membantu pekerjaan rumah, memberi kado dan kue tart,
serta memberi bunga untuk sang Ibu tercinta.
Dalam Islam,
seorang Ibu mempunyai kedudukan yang paling utama setelah Allah SWT. Seorang
Ibu berjuang mengandung, melahirkan, dan menyusui anak bahkan nyawa menjadi
taruhannya. Rasa kasih sayang yang tulus atas
kehadiran buah hati yang tumbuh didalam rahimnya rasa sakit yang dirasakan
sirna bergitu saja. Karena
kedudukan yang mulia ini, Rasulullah bersabda dalam hadist berikut:
عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ
عَنْهُ قَالَ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ
:يَا رَسُوْلَ اللهِ، مَنْ أَحَقُّ النَّاسِ بِحُسْنِ
صَحَابَتِي؟ قَالَ أُمُّكَ، قَالَ ثُمَّ
مَنْ؟ قَالَ أُمُّكَ، قَالَ ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ أُمُّكَ، قَالَ ثُمَّ مَنْ، قَالَ أَبُوْكَ
Dari Abu
Hurairah radhiyallaahu ‘anhu, beliau berkata, “Seseorang datang
kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dan berkata, ‘Wahai Rasulullah,
kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi
wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Dan orang tersebut kembali bertanya, ‘Kemudian
siapa lagi?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Orang
tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi?’ Beliau menjawab, ‘Ibumu.’
Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi,’ Nabi shalallahu ‘alaihi
wasallam menjawab, ‘Kemudian ayahmu.'” (HR. Bukhari no. 5971 dan Muslim
no. 2548)
Seorang Ibu senantiasa
merawat dan mendidik anaknya dari dalam rahim hingga dewasa agar kelak anaknya dapat menjadi
manusia yang berguna bagi agama, nusa, dan bangsa. Tekadang, seorang Ibu juga
mencari sesuap nasi untuk mengisi perut buah hatinya walaupun sang Ibu menahan
rasa laparnya. Kebahagiaan anak adalah tujuan terpenting
dalam hidup seorang Ibu. Dengan demikian sudah selayaknya, seorang anak
membalas budi atas jasa kepada Ibu dan ingat surga itu ditelapak kaki Ibu,
sudah sepantasnya seorang Ibu harus kita rawat hingga Beliau tua dan renta,
seperti Beliau merawat kita disaat kita mengenal dunia ini.
Bersyukurlah,
karena Ibu kita masih menemani hingga detik ini sehingga kita masih dapat
merasakan kasih sayangnya. Kadangkala Ibu menjadi obat penenang atas
permasalahan yang kita hadapi. Bersyukurlah, karena Ibu kita masih diberikan
kesehatan hingga detik ini sehingga kita masih dapat merasakan sentuhan kasih
sayangnya. Bagaimana ketika Ibu tidak dapat menemani kita lagi karena Allah SWT
sudah menjemputnya? Maka, cintanya akan menjadi kenangan yang tidak mungkin
dapat terulang kembali. Renungkanlah apa yang belum kita perbuat untuk
kebahagiaan Ibu. Renungkanlah apa pantas kita membiarkan Ibu meneteskan air
mata karena ulah kita. Mulai saat ini, mari bertindak nyata untuk memuliakan
pemilik cinta yang tulus, Ibu.
https://id.wikipedia.org/wiki/Hari_Ibu
https://muslimah.or.id/1861-ibumu-kemudian-ibumu-kemudian-ibumu.html











